Tuesday, September 10, 2013

Cara Membuat Pempek



Empek-empek atau kebanyakan orang bilang pempek, merupakan salah satu makan khasnya orang palembang, yang memiliki bahan dasar dari sagu dan ikan. Menurut sejarah, pada abad ke-16 pempek sudah ada di daerah Palembang sejak datangnya perantau China ke Palembang ketika Sultan Mahmud Badarudin II berkuasa di Palembang. Nama pempek itu sendiri berasal dari sebutan untuk laki-laki tua keturunan China yaitu “apek”. Karena penjual makanan ini dahulunya berasal dari keturunan China, dan masyarakat terbiasa memanggil penjual dengan kata “apek” untuk membelinya. Sehingga akhirnya masyarakat sekarang menyebut makanan ini dengan sebutan pempek.

Bahan-bahan :


1. 1,5 kg Tepung sagu dengan kualitas baik.
2. 1 kg ikan belida giling (atau bila tidak ada, disarankan untuk diganti dengan ikan gabus atau ikan tenggiri,karena memiliki rasa dan tekstur yang hampir sama setelah dimasak dan dimakan daripada menggunakan ikan jenis yang lain)
3. 1 sdm garam dapur secukupnya.
4. 1 bks Bumbu penyedap.
5. 1 cangkir air es matang.
6. Rebus air di dalam panci besar yang diberi 2 sdm minyak goreng.

Cara membuat :
  1. Pertama campurkan ikan giling dengan air es dan garam serta bumbu penyedap, aduk ikan giling hingga adonan benar-benar tercampur.
  2. Kemudian tambahkan tepung sagu pada adonan ikan giling tadi secukupnya sampai adonan kenyal sehingga dapat diuleni dan tidak lengket lagi. (untuk sedikit atau banyak nya sagu tergantung tingkat kekenyalan yang kita inginkan, agar rasa ikan benar-benar terasa, jangan terlalu banyak memberi sagu)
  3. Untuk membentuk adonan lumuri tangan dengan sedikit tepung agar tidak lengket, kemudian bentuk sesuai selera (bisa di bentuk lonjong atau bisa di isi dengan telur)
  4. Rebus adonan pempek hingga adonan pempek benar-benar mengapung, lalu angkat dan tiriskan.

Bahan untuk cuka atau cuko :

1. 250 gr gula aren(kwalitas baik).
2. 50 gr air asam jawa
3. 1 liter air minum bersih
4. 200 gr bawang putih, bersihkan lalu cincang halus.
5. 1 sdt garam.
6. 2 sdm ebi, yang sudah di haluskan.
7. 15 buah cabai rawit, kemudian dihaluskan. (tingkat kepedasan sesuai selera)

Cara membuat cuka atau cuko : 

Pertama masukkan gula aren dan asam jawa ke dalam air, kemudian masak hingga mendidih.
Campurkan bawang putih, garam, ebi dan cabai rawit kedalam larutan gula aren tadi, lalu rebus dan didihkan kembali. Setelah matang, angkat dan tiriskan cuko pempeknya.

Pempek nikmat disajikan bersama dengan saus cuka atau cuko (untuk sebutan orang palembang). Pempek bisa langsung dimakan setelah direbus atau bisa digoreng setelah di rebus sesuai dengan selera.

Sedikit tambahan, dari satu adonan pempek yang kita hasilkan, dapat beberapa jenis makanan yang bisa kita dapatkan. Hanya saja pola penyajian akhir yang berbeda. Di antaranya yaitu laksan yang disajikan dengan kuah santan tanpa menggunakan cuka. Tekwan dan Model yang disajikan dengan kuah yang terbuat dari kaldu yang diberi irisan daun bawang, jamur kuping gajah, bengkuang, udang, irisan daun seledri dan bawang goreng. Dan banyak variasi makanan lainnya dari bahan dasar adonan pempek tadi.

Hukum Bagi Orang Yang Meninggalkan Sholat

Ketahuilah Bahwa yang termasuk dosa yang besar, yang termasuk dikatakan mungkar, dan perbuatan yang diharakam Allah SWT adalah meninggalkan ibadah sholat yang lima waktu yang telah diwajibkan oleh Allah SWT dengan sengaja.
Nabi Muhammad SAW berkata : Siapa orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja aku tidak bertanggung jawab atasnya. ( Dari Abi Darda’ Ra diriwaatkan Ibnu Majah dan Baihaqi ).
Allah SWT sangat tidak suka dan murka kepada seseorang hambanya yang meninggalkan sholat
Nabi Muhammad SAW berkata : Siapa orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dia akan bertemu dengan Allah, Allah SWT dalam keadaan murka kepadanya
( Diriwayatkan At Thobroni dan sanadnya Hasan ).

Dalam Riwayat yang lain dari Anas Bin Malik Nabi Muhammad SAW berkata :
Siapa orang yang meninggalkn sholat dengan sengaja maka dia telah benar-benar kafir.
Dari hadist-hadist diatas begitu sangat besar ancaman Allah kepada orang yang meninggalkan sholat, kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah SWT jangan sampai kita lalai dalam mengerjakan ibadah sholat, dekatkan diri kita dengan melakukan ibadah sholat agar kita mendapatkan perlindungan Allah dan syafaat Rosulnya.
Dari Abdullah Bin Umar Rodyiyallahuanhuma : Bahwasanya Rosulullah SAW menyebutkan tentang sholat Beliau yang mulia berkata : Siapa orang yang menjaga Sholatnya dia akan mendapatkan cahaya dan bukti dan akan selamat dihari kiamat nanti dan barang siapa yang tidak menjaga sholatnya dia tidak akan mendapatkan cahaya dan bukti dan tidak akan selamat nanti dihari kiamat dan dan nanti dihari kiamat dia yang meninggalkan sholat akan dikumpulkan bersama Fir’aun, Haman, Qorun, dan Ubay bin Kholaf yang Allah SWT telah laknat mereka ( Diriwayatkan Al Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dalam Hadist Shohihnya )
Dari Buoidah Ra, Berkata Nabi Muhammad SAW : Antara Muslim dan Kafir yang membedakanya dalah meninggalkan sholat ( Diriwayatkan Muslis dan lainya )
Ikwan yang dimuliakan Allah banyak sekali saudara kia sesamea muslim yang meninggalkan sholat dengan sengaja seakan-akan mereka tidak takut dengan siksaan Allah yang sangat pedih. Kita harus terus menginggatkan mereka mudah-mudahan mereka mendapat hidayah dari Allah SWT dan ingin melakukan ibadah sholat karena yang meninggalkan nya denga sengaja kafir.
Diriwayatkan oleh At Tirmidzi : Sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW tidak pernah melihat suatu perbuatan-perbuatan yang yang apabila ditinggalkan perbuatan itu menjadi kafir kecuali meninggalkan sholat.
Dari Hammad bin Zaid dari Ayub Berkata : Meninggalkan sholat dengan sengaja kafir tidak ada bantahan lagi.
Didalam kitab At Targiib Wa Tarhiib Lilmunzhiri dari ibni Hizam Bahwasannya Dari Umar Ibnulkhottob dan Abdurrahman Bin Auf dan Mu’ad Bin Jabal dan Abib Huraoroh dan yang lain dari sahabt-sahabat Rodyiyallahuanhum :
Siapa orang yang meninggalkan sholat Fardu dengan sengaja sampai keluar waktunya maka itu orang telah kafi murtad.
Berkata sebagian dari salaf : Orang yang meninggalkan sholat maka akan turun buat dia setiap hari dan malamnya ” Seribu laknat, seribu murka Allah, dan dilaknat oleh semua Malaikat dari ata langit yang ketuju.
Kaum muslimin dan Muslimat mudah-mudahan kita bisa mengerjakan Ibadah sholat dengan baik, dengan hati yang hadir agar kita selamat di dunia dan akhirat Amin.

Lirik Lagu Semenjak Ada Dirimu - Andity

Tak pernah kuduga
Semuanya berubah
Saat kau memandangku
Bergetar hati ini

Kau berikan harapan tentang
Warna-warni hariku
Reff:
Semenjak ada dirimu
Dunia terasa indahnya
Semenjak kau ada di sini
Kumampu melupakannya
Kini aku tak sabar
Kini hati kau untukku
Nyatakanlah kepadaku
Janji indah yg kutunggu
Semua kini tlah bersinar lagi
Takkan kuingat dia
Repeat reff
Reff2:
Semenjak ada dirimu
Dunia terasa indahnya
Semenjak kau ada di sini
Tak ingin melepaskanmu
Kau berikan harapan tentang
Warna-warni hariku
Warna-warni hariku
Repeat reff1
Repeat reff2

Asal Mula Agama Islam

Islam dimulai dengan ajaran Muhammad saw., di tempat kelahirannya Mekkah; sifat-sifat yang menjadi ciri agama baru ini dikembangkan setelah beliau pindah ke Madinah dalam tahun 622 M. Sebelumnya beliau wafat sepuluh tahun kemudian, telah jelaslah sudah bahwa Islam bukannya semata-mata merupakan suatu badan kepercayaan agama pribadi, akan tetapi Islam meliputi pembinaan suatu masyarakat merdeka, dengan sistem sendiri tentang pemerintahan, hukum, dan Lembaga Generasi Muslimin pertama, telah menginsafi bahwa Hijrah adalah satu titik perubahan penting dalam sejarah. Merekalah yang menetapkan tahun 622 M sebagai permulaan takwin Islam baru.

Dengan pemerintah yang kuat, cerdas, dan satu kepercayaan yang menggelorakan semangat penganut-penganut dan tentara-tentara dalam waktu yang tidak lama, masyarakat baru ini menguasai seluruh Arabia Barat dan mencari dunia baru untuk ditundukkan.


Setelah sedikit kemunduran pada wafat Muhammad saw., gelombang penaklukan bergerak dengan cepat di Arabia bagian Utara dan Timur, berani menyerang kubu-kubu pertahanan di perbatasan kerajaan Romawi Timur di Syirq al-Ardun dan kerajaan Persia di Irak. Selatan. Angkatan-angkatan perang kedua kerajaan raksasa ini –karena perang tidak henti-hentinya– telah kehabisan kekuatan, dikalahkan satu-persatu dalam suatu rangkaian operasi cepat dan cemerlang. Dalam waktu enam tahun sesudah Muhammad saw. wafat, seluruh Siria dan Irak diharuskan membayar upeti kepada Madinah, dan empat tahun kemudian Mesir digabungkan pada kerajaan Islam baru.

Kemenangan-kemenangan yang mengagumkan tadi, mendahului kemenangan yang lebih besar lagi akan membawa orang Arab dalam waktu kurang dari satu abad ke Maroko, Spanyol, Perancis, pintu-pintu kota Konstantinopel, jauh ke Asia Tengah sampai ke Sungai Indus, membuktikan sifat Islam sebagai suatu kepercayaan kuat, insaf akan harga diri, dan jaya. Sifat ini mengakibatkan pendirian yang tidak kenal menyerah dan memusuhi segala yang ada diluarnya, tetapi menunjukkan toleransi, kesabaran hati yang luas dalam pelbagai masyarakat, keseganan menuntut orang dari golongan lain, dan kebesaran hati mereka dalam waktu kegelapan.

Pada tahun 660 M. ibu kota Kerajaan Arab dipindahkan ke Damsyik, tempat kedudukan baru Khalifah Bani Umayah. Sedangkan Madinah tetap merupakan pusat pelajaran agama Islam; pemerintah dan kehidupan umum kerajaan dipengaruhi oleh adat-istiadat Yunani Rumawi Timur. Tingkat pertama saling pengaruh-mempengaruhi dengan peradaban yang lebih tua ini tidak hanya dilambangkan dengan dua buah monumen, yang indah sekali dari zaman Bani Umayahh ialah Mesjid Raya di Damsyik dan Mesjid Al-Aqsa di Darusalam, akan tetapi kemunculan tiba-tiba cara aliran-aliran baru dan pendapat yang berlawanan dengan paham resmi di “propinsi-propinsi baru.” Akibat paling akhir dari pertumbuhan demikian ialah perpecahan antara lembaga-lembaga agama dan duniawi dalam masyarakat Islam. Pembelahan ini merusakkan azas duniawi Bani Umayah, dan ditambah dengan rasa ketidakpuasan para warga negara bukan Arab, dan pecah perang saudara diantara suku, Arab, menyebabkan jatuhnya tahun 750 M.

Dalam pada itu, perselisihan tadi menjelaskan bahwa dalam abad yang lampau sejak wafat Muhammad saw. kebudayaan agama Islam telah mengalami perkembangan dan konsolidasi yang luar biasa, baik, di dalam maupun di luar Arabia. Seorang guru agama di satu pihak menunjukkan perkembangan kebatinan pada tingkat tertinggi. Ia menyatakan inti sari yang penting dan menghidupkan itu dengan kepribadiannya dan keyakinannya sehingga tampak pada penganutnya sebagai wahyu kebenaran baru..

Itulah sumbangan asasi yang menentukan dari orang Arab terhadap kebudayaan Islam baru. Terhadap peradaban materiil sokongan mereka sedikit. Kemajuan materiil baru mulai; dengan cemerlang setelah Bani Abbas menggantikan Bani Umayah sebagai khalifah, dan mendirikan ibu kotanya yang baru di Baghdad dalam tahun 762 M. Masa pertama dari penaklukan wilayah luar Arabia telah lampau, disusul oleh masa perluasan ke dalam. Abad kesembilan dan kesepuluh Masehi menyaksikan puncak kemajuan peradaban Islam yang luas dan usaha-usaha yang berhasil. Kerajinan, perdagangan, kesenian bangunan, dan beberapa kesenian yang kurang penting, berkembang dengan subur waktu Persia, Mesopotamia, Siria, dan Mesir, memberikan sokongan mereka dalam usaha serentak.

Kegiatan-kegiatan baru ini menumbuhkan kehidupan intelektual. Sedang ilmu pengetahuan agama berkembang pada beberapa pusat baru terbesar dari Samarqand sampai ke Afrika Utara dan Spanyol, kesusasteraan dan pikiran dengan menggunakan sumber-sumber Yunani, Persia, dan juga India, melebar ke jurusan baru, seringkali bebas dari tradisi Islam dan banyak sedikitnya memberontak terhadap kepicikan dan kesempatan sistem kuno. Dengan dorongan perluasan kaki langit alamiah, kecerdasan pikiran, keduniawian, dan kerohanian, saling pengaruh mempengaruhi dengan hebatnya.

Sukarlah untuk menyatakan dengan singkat usaha-usaha bidang intelektual yang bermacam-macam dalam zaman tersebut. “Ilmu pengetahuan Islam” yang lain seperti sejarah dan ilmu bahasa, melebar hingga meliputi sejarah duniawi dan kesusasteraan. Ilmu kedokteran dan ilmu pasti Yunani disediakan dalam perpustakaan buku-buku terjemahan dan dikembangkan oleh sarjana Persia dan Arab, khusus ilmu Aljabar, ilmu ukur segitiga, dan ilmu optik (penglihatan). Ilmu bumi –barangkali yang boleh diumpamakan barometer kebudayaan yang paling cermat– berkembang pada seluruh cabangnya, di bidang politik, organik, matematik, astronomik, ilmu alam, dan pesiar, meluas demikian jauh hingga meliputi negara-negara dan peradaban bangsa yang jauh letak kediamannya.

Ilmu pengetahuan baru tersebut, boleh dikatakan hanya mengenai jumbai-jumbai, pinggiran kebudayaan agama, pemasukan ilmu mantik, dan filsafat Yunani, mau tidak mau menumbuhkan perselisihan paham yang tajam dan pahit. Pertikaian ini memuncak dalam abad ketiga. Para pemimpin Islam melihat dasar-dasar kerohanian dibahayakan oleh keingkaran halus dan cerdik paham rasionalisme murni. Walaupun mereka akhirnya mengalahkan pelajaran yang berpengaruh Yunani, ilmu filsafat selalu tetap harus dicurigai dalam pandangan para alim ulama, biarpun ilmu tadi hanya dipelajari sebagai alat perbantahan dan pembahasan. Lebih berbahaya ialah akibat kemenangan yaitu pertumbuhan dalam kalangan ahli agama, semacam perasaan iri hati terhadap usaha para intelektual yang bercorak murni keduniawian ataupun yang memberanikan diri ke luar dari bidang pengawasan mereka.

Selain keutamaan segi intelektual dan fungsi dalam pelajaran, syariat ialah alat yang paling luas pengaruhnya dan paling tepat membentuk ketertiban sosial dan kehidupan masyarakat bagi bangsa-bangsa Islam. Oleh karena lengkapnya, maka syariat memberi tekanan yang tidak hentinya pada segala kegiatan pribadi dan sosial, dan mewujudkan suatu ukuran-baku yang harus dianut lebih lama, meskipun ada rintangan kebiasaan kuno dan adat-istiadat yang telah berlaku lama. Khusus suku nomad dan suku yang diam di pegunungan, berlawanan. Tambahan pula, syariat memberikan pernyataan praktis dalam memperjuangkan persatuan yang menjadi ciri Islam. Hukum tadi dalam segala pokok yang penting adalah seragam, walaupun pelbagai mazhab berbeda dalam beberapa pasal kecil. Pertumbuhan ini disebabkan karena cita-cita sosial dan cara hidup di seluruh dunia Islam dalam abad pertengahan menuju arah yang sama. Syariat lebih dalam mempengaruhi kehidupan hukum Rumawi; karena memiliki landasan agama dan ancaman hukuman Tuhan, maka syariat adalah pengatur rohani merupakan suara hati umat Islam dalam semua segi dan kegiatan kehidupannya.

Tugas hukum syariat ini bertambah besar artinya waktu kehidupan politik dunia Islam lebih lama menyimpang dari keinginan Muhammad saw. dan pengganti-pengganti beliau yaitu pemerintahan berdasarkan ketuhanan. Keruntuhan khalifah Bani Abbas dalam abad kesembilan dan kesepuluh Masehi membuka pintu tidak hanya bagi kehancuran politik, tetapi juga bagi perebutan kekuasaan kerajaan oleh pangeran-pangeran setempat dan gubernur militer, terbit dan tenggelamnya kerajaan-kerajaan yang berumur pendek, dan berkobarlah perang saudara. Bagaimanapun hebatnya kekuatan politik dan militer kerajaan Islam itu telah dilemahkan, gengsi moral hukum syariat lebih dijunjung dan dapat mengutuhkan serta mengukuhkan bentuk sosial Islam sepanjang pasang surut nasib politik Islam.

Pada akhir, abad kesepuluh Masehi, daerah Islam sedikit lebih luas dibandingkan pada tahun 750. Semenjak diciptakan suatu peradaban besar, memuncak kehidupan intelektual, kaya dan cerdas dalam bidang ekonomi, dipersatukan dengan kukuh oleh syariat yang dihormati; seluruhnya merupakan penjelmaan kekuasaan Islam rohani dan duniawi. Waktu kekuatan militernya berkurang, maka sebagaimana juga. terjadi dengan kerajaan Rumawi enam abad sebelumnya, kerajaan Islam berangsur-angsur dikuasai oleh bangsa-bangsa biadab dari luar perbatasannya; dan juga seperti kerajaan Rumawi, mengenakan pada bangsa biadab tadi agamanya, hukumnya, dan penghormatan terhadap peradabannya.

Bangsa-bangsa biadab itu ialah Turki yang berasal dari Asia Tengah. Tekanan ke arah Barat membawa orang Bulgar, Magiar, Kumari, Pecineg ke Rusia Selatan dan Eropa Timur, mendatangkan suku-suku lain ke Iran dan lebih ke Barat, ke Irak, dan Anatolia. Pekerjaan pengislaman telah dilakukan, waktu mereka masih diam di tempat asalnya di Asia Tengah; oleh karena itu, kerajaan Sultan Turki yang didirikan di Asia Barat mula-mula hanya membawakan sedikit perubahan yang tampak ke luar dalam kehidupan rumah tangga umat Islam. Akibat pertama adalah perluasan militer; ke arah Tenggara menuju India Utara, ke arah Barat Laut menuju Asia Kecil. Pada waktu yang sama, jauh di sebelah Barat, suku Berber nomad telah membawa Islam, ke tepi dunia Afrika Negro di daerah lembah Senegal dan Niger sedang buku-buku Arab nomad yang tidak diawasi lagi oleh kekuasaan khalifah yang terdahulu telah merusakkan dan melengahkan pusat peradaban yang telah didirikan oleh bangsanya sendiri sebelum di atas puing runtuhan Afrika Romawi dan Bizantium.

.Mulai abad kesebelas Masehi, ilmu Sufi mengerahkan kebaktian sebagian besar kegiatan kerohanian umat Islam, dan mendirikan suatu sumber pembaharuan kepribadian yang sanggup mempertahankan tenaga kebatinan selama abad-abad sesudahnya penuh dengan kemerosotan politik dan perekonomian.

Para ahli Sufi, baik sebagai penyiar perseorangan maupun (di kemudian hari) sebagai anggota dalam gabungan tarekat merupakan pemimpin dalam tugas mengislamkan orang penyembah berhala, yang tidak beragama, dan suku yang hanya tipis sekali pengislamannya. Penyebaran agama berhasil ialah terbanyak oleh kawan sebangsa sendiri dari suku-suku tersebut yang biasanya kikuk, buta huruf, dan kasar. Merekalah yang meletakkan dasar-dasar yang memungkinkan generasi kemudian menerima keadaban hukum syariat dan tauhid yang lebih halus. Berkat pekerjaan mereka, maka dalam abad-abad berikutnya, batas-batas daerah Islam dapat diperluas di Afrika, India, dan Indonesia, melintangi Asia Tengah ke Turkestan dan Tiongkok, dan di beberapa bagian Eropa Tenggara

.

Perkembangan yang digambarkan di muka tadi dipercepat oleh malapetaka yang berturut-turut terjadi di Asia Barat dalam abad ketiga belas dan keempat belas. Penyerbuan pertama kaum Mongol penyembah berhala, membumihanguskan propinsi-propinsi bagian Timur Laut antara 1220 dan 1225 M. Gelombang kedua yang menduduki Persia dan Irak menamatkan khalifah Baghdad yang bersejarah dalam 1258 M, dan memaksakan seluruh dunia Islam Timur, terkecuali Mesir, Arabia, dan Siria, membayar upeti kepada kerajaan Mongol yang besar. Sisa-sisanya diselamatkan oleh golongan militer terdiri dari “budak belian” Turki dan Kipcak, kaum Mamluk, yang telah merebut kekuasaan politik di Mesir.

Di bawah pemerintahan Mamluk, peradaban Islam yang lama langsung berkembang lebih kurang dua setengah abad dalam bidang kesenian benda (istimewa dalam lapangan seni bangunan dan seni-kerajinan logam), tetapi disertai kemunduran daya kerohanian dan intelek.

Pada waktu yang sama, di daerah-daerah kekuasaan Mongol hidup kembali suatu peradaban Islam Persia yang cemerlang pada beberapa segi. Terutama dalam seni bina dan kesenian halus, termasuk seni lukis dalam bentuk yang sangat kecil (miniatur); kebudayaan tersebut berakar dalam kerohanian Sufi. Meskipun kedatangan dua kali “Maut Hitam” dan mengalami serbuan Timur Lenk dalam abad keempat belas yang menghancurleburkan Persia, namun kebudayaan Persia mampu memberikan ragam kepada kehidupan intelektual dari kerajaan-kerajaan Islam baru, –yang dilahirkan pada kedua sisinya– di Anatolia, Balkan, dan India.

Perluasan kerajaan Dinasti Osman di Asia dan Afrika Utara serta pembentukan kerajaan Mughal di India dalam abad keenam belas membawa sebagian besar dunia Islam kebawah pengawasan pemerintahan negara keduniawian yang kuat, memusatkan kekuasaannya yang besar. Ciri khas kedua kerajaan tadi ialah menitikberatkan pada pandangan ahli sunah waljamaah dan hukum syariat. Urusan agama dan urusan ketatanegaraan tidak dipersatukan karena kebijaksanaan militer dan sipil disusun menurut garis tidak Islam yang bebas, tetapi dapat saling menyokong akibat suatu persetujuan yang berlangsung hingga abad kesembilan belas.

Diantara dua saluran kehidupan agama Islam tersebut, saluran Sufilah yang lebih lebar dan dalam. Abad ketujuh belas dan permulaan abad kedelapan belas menyaksikan puncak tertinggi tarekat Sufi. Tarekat-tarekat besar menyebarkan suatu jalinan perhimpunan-perhimpunan dari mula hingga akhir dunia Islam, sedang perkumpulan-perkumpulan setempat dan cabang-cabangnya menggabungkan anggota pelbagai golongan dan kejuruan jadi umat yang bersatu padu. Selain itu, kebudayaan Islam dalam dua kerajaan tersebut yang hanya hidup atas warisan zaman silam, dapat memelihara, akan tetapi jarang dapat menambah kekayaan warisan intelektual tersebut. Tokoh-tokohnya berpendapat bahwa kewajibannya pertama ialah bukan hanya memperluas, akan tetapi memelihara, menyatukan, dan menyesuaikan kehidupan sosial atas sendi-sendi nilai Islam. Dalam batas-batas tersebut kadar persatuan yang telah mereka capai, dan ketertiban sosial yang dapat dilangsungkan memang menarik perhatian.

Persatuan itu merupakan suatu kekecualian yang menyolok mata. Dalam permulaan abad keenam belas, suatu kerajaan baru yang disokong oleh suku Turki dan Adzerbaijan menaklukan Persia dan menghidupkan kembali Syiah yang telah mengalami kemunduran, dan meresmikan Syiah sebagai agama resmi Persia. Selama peperangan dengan Dinasti Osman, orang Turki dari Asia Tengah, dan orang Mughal, yang semuanya ahli sunah waljamaah, Syiah dijadikan ciri perasaan nasional Persia. Akibat perpecahan antara Persia dan tetangganya penting buat semuanya. Umat Islam selanjutnya dipecah menjadi dua golongan yang terpisah, dan hubungan kebudayaan antara dua golongan tadi, sejak itu meskipun tidak diputuskan seluruhnya hanya dapat dilakukan serba sedikit saja. Persia terpaksa terpencil dalam urusan politik dan agamanya mencukupi kebutuhannya sendiri, yang akhirnya memiskinkan kehidupan rohani dan budaya mereka. Lebih-lebih pula waktu kekuatan politiknya mundur, orang suku Afghan dalam abad kedelapan belas melepaskan hubungan dan mendirikan suatu negara sunah merdeka.

Di Afrika Barat Daya adanya perasaan kesukuan diantara kedua pihak, orang Arab dan Berber, menukarkan kegiatan kebudayaan. Aliran ortodoks dan tarekat Sufi, keduanya dipengaruhi pemujaan orang-orang suci, wali yang masih hidup setempat (“marabout”). Di Tunisia dan di beberapa kota lain, sebagian warisan kebudayaan Spanyol Arab tetap dilanjutkan, bahkan waktu Tunisia dan Aljazair merupakan wilayah bajak laut, setengah jajahan kerajaan Dinasti Osman. Di Maroko di bawah sultan-sultan (yang dapat menyelamatkan kedaulatannya hingga 1912), bahkan di Sahara Barat di bawah kepala suku-suku yang lebih kecil, pelajaran ahli sunah yang lazim dilanjutkan, dan diperkuat oleh pengaruh yang datang dari daerah Timur.

Di kepulauan Melayu sendiri, Islam telah beroleh tumpuan di Sumatera dan Jawa, oleh pedagang-pedagang dalam abad ketiga belas dan keempat belas. Agama Islam lambat laun membiak, sebagian hasil tindakan panglima militer, tetapi lebih cepat dengan jalan perembesan damai, khusus di Jawa. Dari Sumatera, Islam dibawa oleh para perantau ke Semenanjung Malaya; juga dari Pulau Jawa ke Maluku. Sejak itu agama tersebut mendapat kedudukan yang lebih kuat di seluruh kepulauan di bagian Timur hingga ke Pulau Sulu, Mindanao, dan Filipina.

Penyebaran Islam di Tiongkok hingga kini masih terselubung dalam kegelapan. Kelompok muslimin dalam jumlah agak besar, yang pertama menetap di sana –barangkali dalam zaman kerajaan Mongol– dalam abad ketiga belas dan keempat belas. Jumlahnya bertambah besar di bawah pemerintah Mancu, biarpun ada perasaan permusuhan setempat karena pemberontakan (kadang-kadang hebat) yang dilakukan oleh kaum muslimin. Tetapi, hingga kini tidak mungkin menaksirkan jumlahnya.

Hasil bersih dari perluasan selama tiga belas abad ialah Islam sekarang merupakan agama yang terutama dalam lingkungan daerah luas yang meliputi Afrika Utara, Asia Barat, hingga bukit Pamir, kemudian ke Timur meliputi Asia Tengah hingga

Tiongkok, dan ke Selatan ke Pakistan. Di India hanya tinggal sepersepuluh penduduk yang beragama Islam. Di Semenanjung Malaya, Islam unggul lagi melewati Indonesia hingga berakhir di Filipina. Di pantai Barat Lautan India, Islam memanjang ke selatan sebagai lajur yang sempit dari pantai Afrika hingga Zanzibar dan Tanganyika dengan beberapa kelompok hingga masuk ke Uni Afrika Selatan. Di Eropa, kelompok-kelompok muslimin terdapat di sebagian besar negara Balkan dan Rusia Selatan. Di Amerika Utara dan Amerika Selatan, Islam diwakili oleh kelompok imigran dari Timur Tengah.

Semua agama besar di dunia, maka Islam –sebelumnya perluasan kegiatan misi Kristen dalam abad kesembilan belas– meliputi jumlah bangsa yang terbanyak. Asal mulanya di tengah-tengah orang Arab dan bangsa Semit lain, kemudian Islam berkembang diantara orang Iran, Kaukasus, orang kulit putih Laut Tengah, Slavia, Turki, Tartar, Tionghoa, India, Indonesia, Bantu, dan Negro dari Afrika Barat. Jumlah terbesar sekarang ialah muslimin dari Pakistan dan India sebanyak 100.000.000.

Disusul oleh orang Melayu dan Indonesia sebanyak 70.000.000. Orang Arab dan bangsa-bangsa yang berbahasa Arab menyusul dekat dengan 20.000.000. Muslimin di Asia Barat, 24.000.000, Afghanistan kira-kira 12.000.000, dan Turki (walaupun Islam bukan agama resmi, masih tetap merupakan agama rakyat) 20.000.000. Jumlah masyarakat Islam di daerah Asia, Uni Sovyet, di Turkestan Tiongkok, dan di Tiongkok sendiri sukar ditaksir, tetapi jumlahnya sekurang-kurangnya 30.000.000. Jumlah muslimin di Afrika Negro dan Afrika Timur hanya dapat ditaksir dengan kasar 24.000.000. Akhirnya, kaum muslimin di Balkan dan di Rusia Selatan berjumlah kurang lebih 3.000.000. Oleh karena itu, Islam dapat menuntut memiliki penganut 350.000.000, atau kira-kira sepertujuh dari taksiran seluruh jumlah penduduk dunia


Islam di Amerika Serikat Tiap Hari Bertambah Satu Mualaf


”Alhamdulillah kondisi umat Islam di Amerika Serikat baik-baik saja. Umat Islam terus bertambah banyak di Amerika Serikat, baik sebelum maupun sebelum peristiwa 11 September,” kata Mohammad Kudaimi, angota Nawawi Fondation, sebuah lembaga pendidikan yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat. Ia bertutur kepada Republika di sela-sela kunjungannya ke Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, Jatiwaringin Bekasi, Jawa Barat, awal bulan ini.

Pria keturunan Syria yang sudah menetap di AS selama lebih dari 25 tahun itu kini menjadi warga negara AS. Lima tahun belakangan ini, ia aktif di yayasan itu. Mengutip sebuah koran yang terbit di AS, ia menyebut Islam merupakan agama yang paling cepat perkembangannya di Amerika Serikat. bahkan, ia sedikit meralat redaksional tulisan itu. ”Mestinya juga ditambahkan, setiap harinya di AS, selalu ada warga negara Amerika yang memeluk Islam,” ujarnya.

Apa yang diungkapkannya, kata dia, adalah fakta sesungguhnya yang terjadi di AS. Lembaganya turut membantu para mualaf mengikrarkan syahadat dan membantu mereka memahami Islam dengan lebih baik. Bagi Kudaimi, sulit untuk memahami fenomena kontradiktif ini.

Cara Menghilangkan Jerawat

Cara Menghilangkan Jerawat – Memiliki kulit wajah yang putih, bersih dan sehat memang menjadi impian setiap orang, mulai dari kalangan wanita hingga pria. Memiliki wajah putih dan bersih akan memberikan rasa pede untuk anda, terlebih lagi untuk menarik perhatian lawan jenis. Namun apa jadinya jika kulit wajah anda dipenuhi dengan jerawat dan bekas jerawat? Tentunya akan sangat mengganggu penampilan anda. Akan membuat anda merasa tidak pede dan ingin sekali menghilangkan jerawat dan bekas jerawat dengan Cara Menghilangkan Jerawat secara instan seperti yang sudah banyak dilakukan saat ini.
Padahal sebelum ingin menghilangkan jerawat di wajah, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu apa yang menyebabkan jerawat timbul di wajah anda. Jerawat dapat timbul karena kulit wajah yang kotor dan berminyak, apalagi jika anda malas untuk membersihkan wajah dan riasan sebelum tidur. Penyebab utama timbulnya jerawat bisa dikarenakan hormonal pada masa pubertas yang menghasilkan hormon testosteron yang dapat merangsang produksi minyak berlebih dibawah jaringan kulit, selain itu bisa juga ditimbulkan karena stres, pengaruh obat-obatan, pemakaian pil kb, dan masa menstruasi.

Nama-Nama Presiden Dan Wakil Presiden

  1. PRESIDEN RI KE I
Ir.SOEKARNO ( PERIODE 18 AGUSTUS 1945 SAMPAI 22 FEBRUARI 1967)
WAKIL PRESIDEN
MOHAMMAD HATTA ( WAKIL PRESIDEN KE I)
PERIODE TAHUN 18 AGUSTUS 1945 SAMPAI 1 DESEMBER 1956
  1. PRESIDEN RI KE II
SOEHARTO ( PERIODE 22 FEBRUARI 1967 – 21 MEI 1998 )
WAKIL PRESIDEN:
  1. SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX PERIODE 24 MARET 1973 – 23 MARET 1978. (WAKIL PRESIDEN KE II)
  2. ADAM MALIK PERIODE 23 MARET 1978 – 11 MARET 1983 ( WAKIL PRESIDEN KE III)
  3. UMAR WIRAHADIKUSUMAH PERIODE 11 MARET 1983 – 11 MARET 1988. (WAKIL PRESIDEN KE IV )
  4. SUDHARMONO PERIODE 11 MARET 1988 – 11 MARET 1993 (WAKIL PRESIDEN KE V)
  5. TRI SUTRISNO PEERIODE 11 MARET 1993 – 10 MARET 1998 (WAKIL PRESIDEN KE VI )
  6. BJ. HABIBIE PERIODE 10 MARET 1998 – 21 MEI 1998 ( WAKIL PRESIDEN KE VII)
  1. PRESIDEN RI KE III
Ir. BJ. HABIBIE PERIODE 21 MEI 1998 – 20 OKTOBER 1999
  1. PRESIDEN RI KE IV
ABDURRAHMAN WAHID (GUSDUR) PEROIDE 20 OKTOBER 1999 – 23 JULI 2001
WAKIL PRESIDEN:
MEGAWATI SOEKARNOPUTRI PEROIDE 20 OKTOBER 1999 – 23 JULI 2001 ( WAKIL PRESIDEN KE VIII)
  1. PRESIDEN RI KE V
MEGAWATI SOEKARNOPUTRI PERIODE 23 JULI 2001 – 20 OKTOBER 2004
WAKIL PRESIDEN
HAMZAH HAZ PERIODE 23 JULI 2001 – 20 OKTOBER 2004 (WAKIL PRESIDEN KE IX )
  1. PRESIDEN RI KE VI
DR. SOESILOBAMBANG YUDHOYONO PERIODE 20 OKTOBER 2004 -20 OKTOBER 2009
WAKIL PRESIDEN
YUSUF KALLA  PERIODE 20 OKTOBER 2004 – 20 OKTOBER 2009 ( WAKIL PRESIDEN KE X )
  1. PRESIDEN RI KE VII
DR. SOEILOBAMBANG YUDHOYONO PERIODE 20 OKTOBER 2009 – 20 OKTOBER 2014
WAKIL PRESIDEN
BOEDIONO PERIODE 20 OKTOBER 2009 – 20 OKTOBER 2014 (WAKIL PRESIDEN KE XI )

Monday, September 9, 2013

Lirik Lagu Bring Me To Life - Evanescence

how can you see into my eyes like open doors
leading you down into my core
where I’ve become so numb without a soul my spirit sleeping somewhere cold
until you find it there and lead it back home

(Wake me up)
Wake me up inside
(I can’t wake up)
Wake me up inside
(Save me)
call my name and save me from the dark
(Wake me up)
bid my blood to run
(I can’t wake up)
before I come undone
(Save me)
save me from the nothing I’ve become
now that I know what I’m without
you can’t just leave me
breathe into me and make me real
bring me to life
(Wake me up)
Wake me up inside
(I can’t wake up)
Wake me up inside
(Save me)
call my name and save me from the dark
(Wake me up)
bid my blood to run
(I can’t wake up)
before I come undone
(Save me)
save me from the nothing I’ve become
Bring me to life
(I’ve been living a lie, there’s nothing inside)
Bring me to life
frozen inside without your touch without your love darling only you are the life among the dead
all this time I can’t believe I couldn’t see
kept in the dark but you were there in front of me
I’ve been sleeping a thousand years it seems
got to open my eyes to everything
without a thought without a voice without a soul
don’t let me die here
there must be something more
bring me to life
(Wake me up)
Wake me up inside
(I can’t wake up)
Wake me up inside
(Save me)
call my name and save me from the dark
(Wake me up)
bid my blood to run
(I can’t wake up)
before I come undone
(Save me)
save me from the nothing I’ve become
(Bring me to life)
I’ve been living a lie, there’s nothing inside
(Bring me to life)