Thursday, September 5, 2013

Asal Mula Air Hujan

Air hujan berasal dari air laut yang menguap. Air laut ini menguap karena terkena panasnya sinar matahari, kemudian uap membubung tinggi ke angkasa dan membentuk awan. Jika ketinggian awan tersebut telah mencapai batas tertentu, maka akan membentuk kristal es lalu berubah menjadi butiran air dan jatuh lagi ke bumi yang disebut hujan.

Awan penyebab hujan terdiri dari dua macam;

Pertama adalah awan sirus, yaitu awan berwarna hitam berbentuk gumpalan-gumpalan yang biasa disebut mendung hitam. Awan ini berubah menjadi hitam disaat uap air laut sudah membeku ketika mencapai ketinggian sekitar 8 kilometer (8000m) di atas permukaan laut dan membentuk kristal-kristal es. Terkadang awan ini bergerak dengan cepat kesana kemari oleh terpaan angin kencang karena ketinggiannya yang relatif rendah. Lalu jatuh ke bumi berupa butiran air hujan yang besar-besar, dan terkadang jatuh dalam keadaan masih berupa butiran es. Hujan yang disebabkan oleh awan sirus biasanya deras namun tidak berlangsung terlalu lama.

Kedua adalah awan kumulus, yaitu awan berwarna putih mulus berbentuk mekar dan rata menutupi angkasa. Awan kumulus terbentuk karena adanya proses konveksi disaat mencapai ketinggian sekitar 13 kilometer di atas permukaan laut, lalu membentuk kristal es dan jatuh ke bumi sebagai hujan. Hujan yang disebabkan oleh awan kumulus biasanya berlangsung cukup lama dan terkadang bisa sampai berhari-hari tergantung jenis awan kumulus-nya.

Awan kumulus sendiri terbagi menjadi tiga jenis;

Pertama adalah awan strato kumulus, yaitu awan putih tipis yang baru saja terbentuk. Kedua adalah awan kumulus, yaitu awan putih yang cukup tebal. Ketiga adalah awan kumulonimbus, yaitu awan putih yang sangat lebar dan tebal yang terdiri dari gabungan awan-awan kumulus yang banyak.


Gambar Hujan

Terima kasih tuan dan nyonya juragan telah membaca coretan dari juragan cipir tentang asal-usul hujan air. Begitulah ceritanya.

Tanah Lot

Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.

Madinah

Medina (/mɛˈdnə/; Arabic: اَلْمَدِينَة اَلْمَنَوَّرَة‎, officially al-Madīnah al-Munawwarah, “the radiant city”, or اَلْمَدِينَة al-Madīnah, also officially transliterated as Madinah by the Saudi Government and in modern Islamic literature generally), is a modern city in the Hejaz region of western Saudi Arabia, and the capital of Al Madinah Province. An alternative name is Madinat Al-Nabi ("The City of the Prophet," i.e. Muhammad). The Arabic word madinah simply means "city." Before the advent of Islam, the city was known as Yathrib but was personally renamed by Muhammad.
It is the second holiest city in Islam after Mecca and the burial place of the Islamic Prophet Muhammad. Medina is critically significant in Islamic History for being where Muhammad's final religious base was established after the Hijrah and where he died in 632 AD/11 AH. Medina was the power base of Islam in its first century, being where the early Muslim community (ummah) developed under the Prophet's leadership, then under the leadership of the first four caliphs of Islam: Abu Bakr, Omar, Othman and Ali.
In fact, Year 1 of the Islamic calendar is based on the year of the emigration (or Hijra (هِجْرَة)) of Muhammad and his original followers (Muhajirun) from Mecca to the city of Medina in 622 AD/1 AH. The Maliki madhab places emphasis on ulema and scholars originating in Medina.[1]
Medina is home to the three oldest mosques in Islam, namely Al-Masjid an-Nabawi (The Prophet's Mosque), Quba Mosque (the first mosque in Islam's history),[2] and Masjid al-Qiblatain (The Mosque of the Two Qiblahs - the mosque where the direction of Muslim prayer, or qiblah, was switched from Jerusalem to Mecca).
Similarly to Mecca, entrance to the sacred core of Medina (but not the entire city) is restricted to Muslims only; non-Muslims are permitted neither to enter nor cross through the city center.[3][4][5]
Muslims believe that the final chapters (surahs) of the Qur'an chronologically were revealed to the Prophet in Medina and are called Medinan surahs in contrast to earlier Meccan surahs.

Nama Latin Hewan

Hewan
1. Sus scrofa : Babi liar di Eropa


2. Choeropsis liberiensis : Kuda Nil pigmi Afrika


3. Rhinocheros sondaicus : Badak ujung kulon


4. Cepra aegrasus : Kambing


5. Bos sondaicus : Banteng


6. Bos indicus : Sapi india


7. Canis lupus : Serigala eropa


8. Helarctos malayanus : Beruang madu


9. Felis leo : Macan afrika


10. Panthera tigris : Macan asia


11. Delphinus delphis : Lumba-lumba


12. Berardius bairdii : Paus berparuh raksasa


13. Nasalis larvatus : Bekantan kalimantan


14. Sympalangus syndactylus : Gibon/siamang


15. Pteropus sp : Kalong


16. Eptecicus sp : Kelelawar coklat


17. Marcopus cangaroo : kanguru australia


18. Thylogale bruijni : Kanguru irian


19. Ornithorhynchus anatinus : Platipus


20. Cygnus sp : Angsa


21. Dendrocigna javanica : Belibis


22. Leucopsar rothschildi : Jalak


23. Gracula religiosa : Beo


24. Paradisiea apoda : Cendrawasih


25. Pycnonotus aurigaster : Ketilang


26. Geopelia striata : Perkutut


27. Streptopelia chinensis : Tekukur


28. Columba livia : Merpati


29. Gallus gallus banleiva : Ayam hutan


30. Meghacephalon maleo : Maleo sulawesi utara

Asal Usul Televisi

ASal Usul Televisi dan Perkembangannya


 


Pada tahun 1873 seorang operator telegram asal Valentia, Irlandia yang bernama Joseph May menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium.
Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan fotosel silenium (selenium photocell).
Joseph May bersama Willoughby Smith (teknisi dari Telegraph Construction Maintenance Company) melakukan beberapa percobaan yang selanjutnya dilaporkan pada Journal of The Society of Telegraph Engineers.
Hal ini merupakan embrio dari teknologi perekaman gambar.

Setelah beberapa kurun waktu lamanya kemudian diciptakan sebuah piringan metal kecil yang bisa berputar dengan lubang-lubang didalamnya oleh seorang mahasiswa yang bernama Julius Paul Gottlieb Nipkow (1860-1940) atau lebih dikenal Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi.
Sekitar tahun 1920 John Logie Baird (1888-1946) dan Charles Francis Jenkins (1867- 1934) menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya.
Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube)

Televisi elektronik agak tersendat perkembangannya pada tahun-tahun itu, lebih banyak disebabkan karena televisi mekanik lebih murah dan tahan banting.
Bukan itu saja, tetapi juga sangat susah untuk mendapatkan dukungan finansial bagi riset TV elektronik ketika TV mekanik dianggap sudah mampu bekerja dengan sangat baiknya pada masa itu.
Sampai akhirnya Vladimir Kosmo Zworykin (1889-1982) dan Philo T. Farnsworth (1906-1971) berhasil dengan TV elektroniknya.
Dengan biaya yang murah dan hasilnya berjalan baik, maka orang-orang pada waktu itu berangsur-angsur mulai meninggalkan tv mekanik dan menggantinya dengan tv elektronik.

Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff (1891-1971), Senior Vice President dari RCA (Radio Corporation of America).
Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik, dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik.
Selain itu, Philo Farnsworth juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.


TV ELEKTRONIK
Baik Farnsworth, maupun Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau.
Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik.
Kompetitor utama mereka adalah Baird Television, yang sudah terlebih dahulu melakukan siaran sejak 1928, dengan menggunakan sistem mekanik seluruhnya.
Pada saat itu sangat sedikit orang yang mempunyai televisi, dan yang mereka punyai umumnya berkualitas seadanya.
Pada masa itu ukuran layar TV hanya sekitar tiga sampai delapan inchi saja sehingga persaingan mekanik dan elektronik tidak begitu nyata, tetapi kompetisi itu ada disana.




TV RCA, Tipe TT5 1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisinya, dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini, menyebabkan the National Television Standards Committee [NTSC], 1941, memutuskan sudah saatnya untuk menstandarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu, sudah mengkonversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.

Pada tahun-tahun pertama, ketika sedang resesi ekonomi dunia, harga satu set televisi sangat mahal. Ketika harganya mulai turun, Amerika terlibat perang dunia ke dua. Setelah perang usai, televisi masuk dalam era emasnya. Sayangnya pada masa itu semua orang hanya dapat menyaksikannya dalam format warna hitam putih.


TV BERWARNA
Sebenarnya CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya RCA. Tetapi sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan TV hitam putih diseluruh negara.
CBS yang sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka harus menyadari kenyataan bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia.
Belajar dari pengalaman CBS, RCA mulai membangun sistem warna menurut formatnya sendiri.
Mereka dengan cepat membuat sistem warna yang mampu untuk diterima pada sistem warna maupun hitam putih.
Setelah RCA memperlihatkan kemampuan sistem mereka, format NTSC kemudian dijadikan acuan standart untuk siaran komersial pada tahun 1953.


Seiring dengan berjalannya waktu serta perkembangan teknologi, televisi dari waktu ke waktu mulai banyak perbaikan dan penambahan dari sisi teknologinya.
Untuk waktu kedepan televisi perlahan mulai meninggalkan teknologi analog dan menginjak ke era yang disebut televisi digital dengan kemampuan dan kualitas yang lebih baik dari generasi sebelumnya yang lazim disebut dengan teknologi IPTV [Internet Protocol Television].

Dan Sampai Sekarang Begitu banyak sekali Model Televisi yg beraneka ragam, dari bisa melakukan SMS , Melihat Photo, dan Lain sebagainya, so kita tunggu terus seperti apa lagi perkembagan televisi yg selanjutnya.
Nama Tanaman Keras dan Nama Latin

  • Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla)
  • Andalas (Morus macroura)
  • Baobab (Adansonia Digitata)
  • Bintaro (Cerbera manghas)
  • Eboni (Diospyros celebica)
  • Gaharu (Aquilaria moluccensis)
  • Gandaria (Bouea macrophylla)
  • Jati (Tectona grandis)
  • Karet (Hevea braziliensis)
  • Kapuk Randu (Ceiba pentandra)
  • Kenari (Canarium ovatum)
  • Kendal (Cordia bantamensis)
  • Kepuh (Sterculia foetida)
  • Kokoleceran (Vatica bantamensis)
  • Limpasu (Baccaurea lanceolata)
  • Maja (Aegle marmelos)
  • Majegau (Dysoxylum densiflorum)
  • Nagasari (Palaquium rostratum)
  • Trembesi (Albizia saman Sin. Samanea saman)
- See more at: http://uplmpa.unsoed.ac.id/?page_id=1915#sthash.wacLXtWM.dpuf
Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin

  • Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
  • Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
  • Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
  • Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
  • Cempaka Putih (Michelia alba)
  • Cempaka Kuning (Michelia champaka)
  • Cempaka Telor (Magnolia coco)
  • Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
  • Kenanga (Cananga odorata)
  • Melati Gambir (Jasminum pubescens)
  • Melati Putih (Jasminus sambac)
  • Nibung (Oncosperma tigillarium)
Nama Tumbuhan Obat dan Nama Latin

  • Ciplukan (Physalis angulata)
  • Gambir (Uncaria gambir)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • Sirih (Piper betle)
  • Zodia (Evodia suaveolens)
Nama Tumbuhan Buah dan Nama Latin

  • Alpukat (Persea americana)
  • Apel (Pyrus malus)
  • Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
  • Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
  • Ceremai (Phyllanthus acidus)
  • Delima (Punica granatum)
  • Durian (Durio zibethinus)
  • Duwet (Syzygium cumini)
  • Gayam (Inocarpus fagiferus)
  • Jambu Air (Eugenia aquea)
  • Jeruk Manis (Citrus sinensis)
  • Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
  • Kasturi (Mangifera casturi)
  • Kawista (Limonia acidissima)
  • Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
  • Kemang (Mangifera kemanga)
  • Kelapa (Cocos nucifera)
  • Kepa (Syzygium polycephalum)
  • Kepel (Stelechocarpus burahol)
  • Kersen (Muntingia calabura)
  • Korma rawa (Phoenix paludosa)
  • Lontar (Borassus flabellifer)
  • Mangga (Mangifera indica)
  • Manggis (Garcinia mangostana)
  • Matoa (Pometia pinnata)
  • Menteng (Baccaurea racemosa)
  • Mundu (Garcinia dulcis)
  • Nam Nam (Cynometra cauliflora)
  • Nangka (Artocarpus heterophyllus)
  • Pisang (Musa paradisiaca)
  • Pepaya (Carica papaya)
  • Rambutan (Nephelium lappaceum)
  • Salak (Salacca zalacca)
  • Sawo Kecik (Manilkara kauki)
  • Sawo Manila (Manilkara zapota
- See more at: http://uplmpa.unsoed.ac.id/?page_id=1915#sthash.wacLXtWM.dpuf
Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin

  • Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
  • Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
  • Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
  • Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
  • Cempaka Putih (Michelia alba)
  • Cempaka Kuning (Michelia champaka)
  • Cempaka Telor (Magnolia coco)
  • Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
  • Kenanga (Cananga odorata)
  • Melati Gambir (Jasminum pubescens)
  • Melati Putih (Jasminus sambac)
  • Nibung (Oncosperma tigillarium)
Nama Tumbuhan Obat dan Nama Latin

  • Ciplukan (Physalis angulata)
  • Gambir (Uncaria gambir)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • Sirih (Piper betle)
  • Zodia (Evodia suaveolens)
Nama Tumbuhan Buah dan Nama Latin

  • Alpukat (Persea americana)
  • Apel (Pyrus malus)
  • Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
  • Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
  • Ceremai (Phyllanthus acidus)
  • Delima (Punica granatum)
  • Durian (Durio zibethinus)
  • Duwet (Syzygium cumini)
  • Gayam (Inocarpus fagiferus)
  • Jambu Air (Eugenia aquea)
  • Jeruk Manis (Citrus sinensis)
  • Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
  • Kasturi (Mangifera casturi)
  • Kawista (Limonia acidissima)
  • Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
  • Kemang (Mangifera kemanga)
  • Kelapa (Cocos nucifera)
  • Kepa (Syzygium polycephalum)
  • Kepel (Stelechocarpus burahol)
  • Kersen (Muntingia calabura)
  • Korma rawa (Phoenix paludosa)
  • Lontar (Borassus flabellifer)
  • Mangga (Mangifera indica)
  • Manggis (Garcinia mangostana)
  • Matoa (Pometia pinnata)
  • Menteng (Baccaurea racemosa)
  • Mundu (Garcinia dulcis)
  • Nam Nam (Cynometra cauliflora)
  • Nangka (Artocarpus heterophyllus)
  • Pisang (Musa paradisiaca)
  • Pepaya (Carica papaya)
  • Rambutan (Nephelium lappaceum)
  • Salak (Salacca zalacca)
  • Sawo Kecik (Manilkara kauki)
  • Sawo Manila (Manilkara zapota
- See more at: http://uplmpa.unsoed.ac.id/?page_id=1915#sthash.wacLXtWM.dpuf
Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin

  • Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
  • Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
  • Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
  • Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
  • Cempaka Putih (Michelia alba)
  • Cempaka Kuning (Michelia champaka)
  • Cempaka Telor (Magnolia coco)
  • Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
  • Kenanga (Cananga odorata)
  • Melati Gambir (Jasminum pubescens)
  • Melati Putih (Jasminus sambac)
  • Nibung (Oncosperma tigillarium)
Nama Tumbuhan Obat dan Nama Latin

  • Ciplukan (Physalis angulata)
  • Gambir (Uncaria gambir)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • Sirih (Piper betle)
  • Zodia (Evodia suaveolens)
Nama Tumbuhan Buah dan Nama Latin

  • Alpukat (Persea americana)
  • Apel (Pyrus malus)
  • Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
  • Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
  • Ceremai (Phyllanthus acidus)
  • Delima (Punica granatum)
  • Durian (Durio zibethinus)
  • Duwet (Syzygium cumini)
  • Gayam (Inocarpus fagiferus)
  • Jambu Air (Eugenia aquea)
  • Jeruk Manis (Citrus sinensis)
  • Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
  • Kasturi (Mangifera casturi)
  • Kawista (Limonia acidissima)
  • Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
  • Kemang (Mangifera kemanga)
  • Kelapa (Cocos nucifera)
  • Kepa (Syzygium polycephalum)
  • Kepel (Stelechocarpus burahol)
  • Kersen (Muntingia calabura)
  • Korma rawa (Phoenix paludosa)
  • Lontar (Borassus flabellifer)
  • Mangga (Mangifera indica)
  • Manggis (Garcinia mangostana)
  • Matoa (Pometia pinnata)
  • Menteng (Baccaurea racemosa)
  • Mundu (Garcinia dulcis)
  • Nam Nam (Cynometra cauliflora)
  • Nangka (Artocarpus heterophyllus)
  • Pisang (Musa paradisiaca)
  • Pepaya (Carica papaya)
  • Rambutan (Nephelium lappaceum)
  • Salak (Salacca zalacca)
  • Sawo Kecik (Manilkara kauki)
  • Sawo Manila (Manilkara zapota
- See more at: http://uplmpa.unsoed.ac.id/?page_id=1915#sthash.wacLXtWM.dpuf
Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin

  • Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
  • Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
  • Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
  • Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
  • Cempaka Putih (Michelia alba)
  • Cempaka Kuning (Michelia champaka)
  • Cempaka Telor (Magnolia coco)
  • Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
  • Kenanga (Cananga odorata)
  • Melati Gambir (Jasminum pubescens)
  • Melati Putih (Jasminus sambac)
  • Nibung (Oncosperma tigillarium)
Nama Tumbuhan Obat dan Nama Latin

  • Ciplukan (Physalis angulata)
  • Gambir (Uncaria gambir)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • Sirih (Piper betle)
  • Zodia (Evodia suaveolens)
Nama Tumbuhan Buah dan Nama Latin

  • Alpukat (Persea americana)
  • Apel (Pyrus malus)
  • Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
  • Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
  • Ceremai (Phyllanthus acidus)
  • Delima (Punica granatum)
  • Durian (Durio zibethinus)
  • Duwet (Syzygium cumini)
  • Gayam (Inocarpus fagiferus)
  • Jambu Air (Eugenia aquea)
  • Jeruk Manis (Citrus sinensis)
  • Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
  • Kasturi (Mangifera casturi)
  • Kawista (Limonia acidissima)
  • Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
  • Kemang (Mangifera kemanga)
  • Kelapa (Cocos nucifera)
  • Kepa (Syzygium polycephalum)
  • Kepel (Stelechocarpus burahol)
  • Kersen (Muntingia calabura)
  • Korma rawa (Phoenix paludosa)
  • Lontar (Borassus flabellifer)
  • Mangga (Mangifera indica)
  • Manggis (Garcinia mangostana)
  • Matoa (Pometia pinnata)
  • Menteng (Baccaurea racemosa)
  • Mundu (Garcinia dulcis)
  • Nam Nam (Cynometra cauliflora)
  • Nangka (Artocarpus heterophyllus)
  • Pisang (Musa paradisiaca)
  • Pepaya (Carica papaya)
  • Rambutan (Nephelium lappaceum)
  • Salak (Salacca zalacca)
  • Sawo Kecik (Manilkara kauki)
  • Sawo Manila (Manilkara zapota
- See more at: http://uplmpa.unsoed.ac.id/?page_id=1915#sthash.wacLXtWM.dpuf
Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin

  • Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
  • Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
  • Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
  • Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
  • Cempaka Putih (Michelia alba)
  • Cempaka Kuning (Michelia champaka)
  • Cempaka Telor (Magnolia coco)
  • Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
  • Kenanga (Cananga odorata)
  • Melati Gambir (Jasminum pubescens)
  • Melati Putih (Jasminus sambac)
  • Nibung (Oncosperma tigillarium)
Nama Tumbuhan Obat dan Nama Latin

  • Ciplukan (Physalis angulata)
  • Gambir (Uncaria gambir)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • Sirih (Piper betle)
  • Zodia (Evodia suaveolens)
Nama Tumbuhan Buah dan Nama Latin

  • Alpukat (Persea americana)
  • Apel (Pyrus malus)
  • Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
  • Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
  • Ceremai (Phyllanthus acidus)
  • Delima (Punica granatum)
  • Durian (Durio zibethinus)
  • Duwet (Syzygium cumini)
  • Gayam (Inocarpus fagiferus)
  • Jambu Air (Eugenia aquea)
  • Jeruk Manis (Citrus sinensis)
  • Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
  • Kasturi (Mangifera casturi)
  • Kawista (Limonia acidissima)
  • Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
  • Kemang (Mangifera kemanga)
  • Kelapa (Cocos nucifera)
  • Kepa (Syzygium polycephalum)
  • Kepel (Stelechocarpus burahol)
  • Kersen (Muntingia calabura)
  • Korma rawa (Phoenix paludosa)
  • Lontar (Borassus flabellifer)
  • Mangga (Mangifera indica)
  • Manggis (Garcinia mangostana)
  • Matoa (Pometia pinnata)
  • Menteng (Baccaurea racemosa)
  • Mundu (Garcinia dulcis)
  • Nam Nam (Cynometra cauliflora)
  • Nangka (Artocarpus heterophyllus)
  • Pisang (Musa paradisiaca)
  • Pepaya (Carica papaya)
  • Rambutan (Nephelium lappaceum)
  • Salak (Salacca zalacca)
  • Sawo Kecik (Manilkara kauki)
  • Sawo Manila (Manilkara zapota
- See more at: http://uplmpa.unsoed.ac.id/?page_id=1915#sthash.wacLXtWM.dpuf
Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin

  • Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
  • Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
  • Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
  • Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
  • Cempaka Putih (Michelia alba)
  • Cempaka Kuning (Michelia champaka)
  • Cempaka Telor (Magnolia coco)
  • Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
  • Kenanga (Cananga odorata)
  • Melati Gambir (Jasminum pubescens)
  • Melati Putih (Jasminus sambac)
  • Nibung (Oncosperma tigillarium)
Nama Tumbuhan Obat dan Nama Latin

  • Ciplukan (Physalis angulata)
  • Gambir (Uncaria gambir)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • Sirih (Piper betle)
  • Zodia (Evodia suaveolens)
Nama Tumbuhan Buah dan Nama Latin

  • Alpukat (Persea americana)
  • Apel (Pyrus malus)
  • Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
  • Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
  • Ceremai (Phyllanthus acidus)
  • Delima (Punica granatum)
  • Durian (Durio zibethinus)
  • Duwet (Syzygium cumini)
  • Gayam (Inocarpus fagiferus)
  • Jambu Air (Eugenia aquea)
  • Jeruk Manis (Citrus sinensis)
  • Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
  • Kasturi (Mangifera casturi)
  • Kawista (Limonia acidissima)
  • Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
  • Kemang (Mangifera kemanga)
  • Kelapa (Cocos nucifera)
  • Kepa (Syzygium polycephalum)
  • Kepel (Stelechocarpus burahol)
  • Kersen (Muntingia calabura)
  • Korma rawa (Phoenix paludosa)
  • Lontar (Borassus flabellifer)
  • Mangga (Mangifera indica)
  • Manggis (Garcinia mangostana)
  • Matoa (Pometia pinnata)
  • Menteng (Baccaurea racemosa)
  • Mundu (Garcinia dulcis)
  • Nam Nam (Cynometra cauliflora)
  • Nangka (Artocarpus heterophyllus)
  • Pisang (Musa paradisiaca)
  • Pepaya (Carica papaya)
  • Rambutan (Nephelium lappaceum)
  • Salak (Salacca zalacca)
  • Sawo Kecik (Manilkara kauki)
  • Sawo Manila (Manilkara zapota
- See more at: http://uplmpa.unsoed.ac.id/?page_id=1915#sthash.wacLXtWM.dpuf

Lirik lagu Semenjak Ada Dirimu-Andity

Andity ~ Semenjak Ada Dirimu

tak pernah kuduga
semuanya berubah
saat kau memandangku
bergetar hati ini
kau berikan harapan tentang
warna warni hariku
semenjak ada dirimu
dunia terasa indahnya
semenjak kau ada disini
kumampu melupakannya
kini aku tak sabar
ingin hati kau untukku
nyatakanlah kepadaku
janji indah yang kutunggu
semua kini telah bersinar lagi
takkan kuingat dia
semenjak ada dirimu
dunia terasa indahnya
semenjak kau ada disini
kumampu melupakannya
semenjak ada dirimu
semua terasa indahnya
semenjak kau ada disini
tak ingin melepaskanmu
where are you
when I needed you
Now that I found someone new
kau berikan harapan tentang
warna warni hariku
warna warni hariku
semenjak ada dirimu
dunia terasa indahnya
semenjak kau ada disini
kumampu melupakannya
semenjak ada dirimu
semua terasa indahnya
semenjak kau ada disini
tak ingin melepaskanmu
semenjak ada dirimu
dunia terasa indahnya
semenjak kau ada disini
kumampu melupakannya
semenjak ada dirimu
semua terasa indahnya
semenjak kau ada disini
tak ingin melepaskanmu

Wednesday, September 4, 2013

Khasiat Bunga Kamboja

Tanaman kamboja itu ibarat paradoks dimana di satu sisi fisiknya kelihatan sangat indah namun karena sering ditanam di sekitar kuburan membuat tanaman ini identik dengan hal-hal yang menakutkan.
Sebetulnya, ada banyak sekali kegunaan dari tanaman kamboja ini, salah satunya sebagai tanaman hias karena sudah banyak kerabat dari kamboja yang dijadikan sebagai tanaman hias seperti adenium, mandevila, dan juga pachypodium.
Tanaman kamboja biasanya mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan khusus. Membudidayakan tanaman kamboja bisa dilakukan dengan beragam cara seperti vegetatif maupun generatif.
Secara vegetatif memperbanyak kamboja bisa dengan disetek ataupun cangkok di bagian batangnya. Dan secara generatif dilakukan dengan menyemai biji kamboja pada media tanam.
Tanaman kamboja ternyata mengandung banyak senyawa kimia yang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia, antara lain asam plumerat, asam serotinat, plumierid, dan agoniadin.
Sedangkan kulitnya mengandung zat pahit beracun dan getahnya mengandung damar dan asam plumeria. Sementara akar dan daunnya mengandung saponin, polifenol, alkaloid, dan juga fenetilalkohol.
Dan senyawa fulvoplumierin yang terdapat di hampir seluruh bagian tanaman ini bermanfaat untuk menghambat disentri, radang saluran pernafasan, TBC, maupun hepatitis.
Umumnya, mayoritas masyarakat di Indonesia belum memaksimalkan fungsi tanaman kamboja ini selain sebagai penghias taman kuburan. Beruntung di beberapa daerah termasuk di Bali, selain menggunakan kamboja sebagai tanaman hias, tanaman kamboja telah digunakan untuk menggelar berbagai upacara keagamaan, penenang jiwa, dan lainnya.
Mungkin belum banyak yang tahu juga bahwa bunga kamboja ini termasuk bunga yang bisa dimakan layaknya bunga-bunga lainnya seperti bunga pepaya dan bunga turi.
Khasiat dari memakan bunga kamboja ini antara lain untuk meredakan demam, menghentikan batuk, melancarkan keluarnya air seni, mencegah pingsan, menghentikan mencret, dan lainnya. Dan berikut ini merupakan contoh pemanfaatan tanaman kamboja untuk kesehatan.

Antibiotik dan Mengobati Sakit Gigi

Getah kamboja mengandung alkaloid, tanin, flavonoid dan triterpenoid yang sangat bermanfaat untuk antibiotik, tentunya dengan dosis yang tepat. Tanaman kamboja juga disebut sangat ampuh untuk mengobati sakit gigi berlubang.
Caranya yakni dengan mengambil beberapa tetes getah kamboja dengan menggunakan kapas, kemudian letakkanlah kapas tersebut pada gigi yang sakit. Dosisnya cukup 1-2 kali saja perhari.
Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa pengobatan dengan getah tersebut sifatnya hanya sementara dan tidak bisa difungsikan untuk menuntaskan rasa sakit gigi tersebut.

Teh Bunga Kamboja

Begitu juga dengan bunga kamboja yang dikonsumsi dengan cara menyeduhnya dengan teh sangat berkhasiat untuk memberikan efek sejuk untuk pencernaan Anda. Makanya sebaiknya Anda meminum teh bunga kamboja ini secara rutin untuk merasakan khasiatnya secara nyata.

Mengobati Bisul

Cara pemakaian untuk mengobati bisul ialah dengan cara memanaskan daun kamboja di atas api sampai layu, kemudian olesi dengan minyak zaitun. Lalu, daun tersebut ditempelkan pada bisul dalam keadaan masih panas.

Mengobati Kaki Bengkak

Akar dan batang kamboja juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati kaki bengkak dan tumit yang pecah-pecah. Caranya dengan merebus akar dan daunnya sampai mendidih kemudian tambahkan garam mineral. Lalu gunakan air rebusan daun, akar, dan garam tersebut untuk merendam kaki yang bengkak dua kali sehari.

Gonorrhoea dan Borok

Ada yang meyakini bahwa dengan meminum rebusan akar kamboja, penderita penyakit menular seksual (PMS) kencing nanah atau gonorrhoea dapat dibantu mengatasinya. Oleskan getah kamboja pada borok yang sudah dicuci dengan air hangat.
Itulah beberapa manfaat dari tanaman kamboja yang besar kemungkinan masih belum banyak disadari dan diketahui olah masyarakat. Mulai saat ini, pengobatan dengan menggunakan media tanaman kamboja layak dilakukan karena alasan murah dan mudah untuk mendapatkannya.
Selain itu, kamboja juga tidak memberikan efek samping apapun tak seperti obat-obatan kimia yang apabila digunakan secara berkepanjangan maka rentan menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan.